Showing posts with label Bandung Cewekbohai DJ Goyang Model Goyanghot Indonesia IstanaDomino IstanaNews Jakarta Kekinian Medan Modelhot Modelindonesia Modelsexy Seksivideo Tiktokhot Tiktoksexy Tiktokvideo Videoseksi Viral. Show all posts
Showing posts with label Bandung Cewekbohai DJ Goyang Model Goyanghot Indonesia IstanaDomino IstanaNews Jakarta Kekinian Medan Modelhot Modelindonesia Modelsexy Seksivideo Tiktokhot Tiktoksexy Tiktokvideo Videoseksi Viral. Show all posts

Melihat Suburnya Pelacuran & Tiga Aktor Dunia Malam di Batam


Matahari baru saja tenggelam di Pulau Batam. Namun, ini bukanlah akhir hiruk-pikuk kehidupan di pulau yang langsung berbatasan dengan Singapura tersebut. Kegelapan malah menjadi awal mengais rezeki bagi 'kupu-kupu malam' di Batam.

Kehidupan malam terasa eksotis di pulau ini. Nampak lampu warna warni berkelap-kelip di beberapa bangunan berwarna cerah dengan plang bertuliskan massages, pub, dan karaoke. Ketiga tempat itu dihuni bidadari berbedak tebal dengan baju mini sembari menghisap sebatang rokok mentol di bibir merahnya.

Sebut saja Adhil, salah satu penjaga hotel B mengungkapkan Distrik Nagoya merupakan salah satu tempat hiburan di Batam yang masyhur akan dunia malam. Tergantung fulus yang kita miliki, ada kualitas kelas wahid dan kelas ekonomi tersedia lengkap di sana. 

"Kalau yang di pinggir hotel berdiri itu Rp 300 ribu buat short time. Itu nggak bisa ditawar-tawar lagi, sudah segitu pas," kata Adhil yang mengaku pernah mencoba jasa wanita penghibur itu dua bulan lalu kepada merdeka.com di Batam, Sabtu (23/11).

Lelaki asal Ambon yang sudah empat tahun bekerja di Batam ini merinci tarif wanita penghibur di Batam. Mereka tak bisa menikmati semua hasil dari peluh keringatnya. Pendapatan perempuan-wanita penghibur setelah melayani nafsu lelaki nakal harus dibagi-bagi dengan beberapa aktor dunia malam yang turut membantu praktik prostitusi itu.

"Tarif Rp 300 ribu itu masih dibagi-bagi setelah dibayar tamunya. Rp 100 ribu buat dia, lalu Rp 100 ribu buat tukang ojek dan Rp 100 ribu buat biaya hotel," ujar dia sembari meneguk segelas kopi hitam.

Adhil tak bisa memastikan kapan kerjasama antar wanita penghibur, tukang ojek, dan pemilik penginapan berawal. Nampaknya, mereka secara alami membutuhkan dan menggantungkan satu sama lain dalam usaha meraup rezeki dari dompet lelaki hidung belang. 

"Waduh nggak tahu kapan awalnya, saya di sini baru 4 tahun sudah kayak gini. Kayaknya sama-sama untung jadi terus lanjut kerjasama," tutur dia.

Lanjut Adhil, puluhan tukang ojek yang tiap hari mangkal di depan hotel awalnya pernah memakai jasa wanita penghibur. Lalu mereka bertukar nomor handphone dan berlanjut menawarkan ke sesama pengojek atau wisatawan yang datang ke Batam.

"Kemungkinan tukang ojek itu pernah pakai (wanita penghibur). Terus minta nomer hape dan dibilang ke temen-temennya atau ke penumpangnya," pungkas dia sambil memperlihatkan beberapa nomor wanita penghibur yang dikoleksinya.

Sumber : merdeka.com

Nama Orang-Orang ini Melegenda karena Jadi Tempat Prostitusi


Ada banyak lokasi prostitusi di negeri ini, mulai prostitusi besar, menengah hingga kecil. Menariknya, tidak sedikit dari nama lokalisasi-lokalisasi itu yang merujuk atau identik dengan nama seseorang. Misalnya nama Tante Dolly yang kemudian diabadikan menjadi nama Gang Dolly, lokalisasi prostitusi di Surabaya.

Pada zaman Belanda dulu, Tante Dolly memang pendiri wisma PSK di Jalan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, ini. Hingga akhirnya tumbuh menjadi kawasan prostitusi besar, Dolly masih identik dengan nama daerah itu.

Tante Dolly diabadikan sebagai nama gang prostitusi agaknya wajar. Lalu bagaimana dengan nama orang baik-baik yang kemudian dipelesetkan menjadi nama tempat prostitusi? Misalnya nama Sunan Kuning (SK) di Semarang, Jawa Tengah, yang lebih dikenal sebagai tempat prostitusi daripada wisata sejarah petilasan pejuang dan penyiar agama Islam dari China.

Selain Tante Dolly dan Sunan Kuning masih ada nama orang lain lagi yang melegenda karena jadi tempat prostitusi. Berikut ini kisahnya yang dirangkum merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (26/11) pagi:



1. Tante Dolly

Nama Tante Dolly memang populer sebagai nama gang sebuah lokalisasi di Surabaya, Jawa Timur. Legenda Tante Dolly dikenal karena perannya sebagai pencetus komplek lokalisasi di Jalan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, ini.

Dalam beberapa kisah tutur masyarakat Surabaya, awal pendiriannya, tante Dolly hanya menyediakan beberapa gadis untuk menjadi pekerja seks komersial. Melayani dan memuaskan syahwat para tentara Belanda. Seiring berjalannya waktu, ternyata pelayanan para gadis asuhan tante Dolly tersebut mampu menarik perhatian para tentara untuk datang kembali.

Dalam perkembangannya, gang Dolly semakin dikenal masyarakat luas. Tidak hanya prajurit Belanda saja yang berkunjung, namun warga pribumi dan saudagar yang berdagang di Surabaya juga ikut menikmati layanan PSK. Sehingga kondisi tersebut berpengaruh kepada kuantitas pengunjung dan jumlah PSK.

Dolly juga menjelma menjadi kekuatan dan sandaran hidup bagi penduduk di sana. Terdapat lebih dari 800 wisma esek-esek, kafe dangdut dan panti pijat plus yang berjejer rapi. Setidaknya setiap malam sekitar 9.000 lebih penjaja cinta, pelacur di bawah umur, germo, hingga ahli pijat yang siap menawarkan layanan kenikmatan kepada para pengunjung.

Tidak hanya itu, Dolly juga menjadi tumpuan hidup bagi ribuan pedagang kaki lima, tukang parkir, dan calo prostitusi. Semua saling berkait menjalin sebuah simbiosis mutualisme.

Kisah lain tentang Dolly juga pernah ditulis Tjahjo Purnomo dan Ashadi Siregar dalam buku berjudul "Dolly: Membedah Dunia Pelacuran Surabaya, Kasus Kompleks Pelacuran Dolly" yang diterbitkan Grafiti Pers, April 1982. Dalam buku itu disebutkan dulu kawasan Dolly merupakan makam Tionghoa, meliputi wilayah Girilaya, berbatasan dengan makam Islam di Putat Gede.

Baru sekitar tahun 1966 daerah itu diserbu pendatang dari berbagai daerah. Setahun kemudian, 1967, muncul seorang pelacur wanita bernama Dolly Khavit di kawasan makam Tionghua tersebut. Dia kemudian menikah dengan pelaut Belanda, pendiri rumah pelacuran pertama di jalan yang sekarang bernama Kupang Gunung Timur I. Wisma miliknya antara lain bernama T, Sul, NM, dan MR. Tiga di antara empat wisma itu disewakan pada orang lain. Demikian asal muasal nama Dolly.

Dolly semakin berkembang pada era tahun 1968 dan 1969. Wisma-wisma yang didirikan di sana semakin banyak. Adapun persebarannya dimulai dari sisi jalan sebelah barat, lalu meluas ke timur hingga mencapai sebagian Jalan Jarak. Namun Gang Dolly kini sudah ditutup melalui kebijakan pemerintah kota setempat pada 19 Juni lalu.



2. Pak Girun

Di Surabaya ada nama Tante Dolly, maka di Malang, Jawa Timur ada nama Pak Girun. Dia merupakan tokoh pendiri bisnis prostitusi di Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi. Lokalisasi itu kemudian diberi nama Lokalisasi Girun.

Tokoh masyarakat di area Lokalisasi Girun, Sukartadji Nugroho, menceritakan sejarah berdirinya tempat prostitusi yang sejak Senin, 24 November 2014 kemarin ditutup operasinya itu. Walaupun sebagian besar dikelola oleh perseorangan, namun hanya Girun yang menggunakan nama pendirinya.

"Awalnya, sekitar 1980 seorang tokoh bernama Buaman menampung tuna wisma di rumahnya. Kemudian dibuatkan petak-petak rumah untuk tempat tinggal," katanya.

Pertama berdiri tidak di tempat sekarang ini, melainkan di tanah kosong di kidul (selatan) pasar. Jadi sebenarnya pendiri pertamanya adalah Buaman, baru sekitar tahun 1985 pindah ke tangan Pak Girun.

Saat di kidul pasar mereka diusir warga setempat karena dianggap mengganggu, sehingga pindah ke selatan kuburan. Seperti kebanyakan lokalisasi yang lain, mereka diprotes karena persoalan asusila dan dianggap mengotori lingkungan.

Tidak begitu lama, karena alasan pembongkaran kemudian pindah ke tanah PT KAI sekitar 1983. Di sini kemudian terjadi peralihan dari Buaman ke Pak Girun. Sejak saat itu lokalisasi ini dinamakan Girun. "Saat awal berdiri ada 2 anak di masing-masing rumah. Seingat saya ada 8 rumah, ya sekitar 16 PSK beroperasi," katanya.

Kini Girun ditutup bersama enam lokalisasi lain yakni Suko (Kecamatan Sumberpucung), Slorok (Kromengan), Kebobang (Wonosari), Kalikudu (Pujon), Embong Miring (Ngantang) dan Pulau Bidadari (Sumbermanjing Wetan). Total ada 308 PSK penghuni panti dan 90 mucikari yang harus meninggalkan tempat.

Hingga ditutup, lokalisasi Girun hanya tercatat memiliki 89 orang PSK. Namun sejatinya jumlah mereka jauh dari yang tercatat, karena memang kerap berpindah-pindah dari satu lokalisasi ke lokalisasi lain.



3. Sunan Kuning

Mendengar nama Sunan Kuning (SK) di Semarang, Jawa Tengah, maka sebagian besar pikiran orang akan tertuju pada lokalisasi di barat Kota Semarang itu. Pada 1966, tempat itu awalnya bernama Lokalisasi Argorejo. Namun entah kemudian dipelesetkan hingga namanya berubah menjadi Lokalisasi Sunan Kuning yang lebih terkenal, karena memang letaknya berdekatan dengan petilasan pejuang dan penyebar Agama Islam dari China, Sunan Kuning (Soen Koeng Ing).

Sunan Kuning adalah lokalisasi resmi terbesar di Kota Semarang. SK terletak di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, menempati areal 4 hektare, terdiri atas 1 RW dan 6 RT. Resosialisasi ini dibuka pada 1966, pertama disebut lokalisasi Sri Kuncoro sesuai nama jalan utama di situ. Dari nama Sri Kuncoro inilah diambil inisial SK, lalu diplesetkan jadi Sunan Kuning.

Sunan Kuning adalah julukan untuk seseorang. Menurut Remy Silado dalam bukunya 9 Oktober 1740: Drama Sejarah, dalam catatan seorang Tionghoa di Semarang, Liem Thian Joe, dikatakan bahwa Sunan Kuning adalah sebutan populer bagi Raden Mas Garendi. Sunan Kuning berasal dari kata Cun Ling (bangsawan tertinggi), yang merupakan salah satu tokoh yang berperan penting dalam peristiwa Geger Pacinan (1740-1743). 

Dalam Geger Pacinan 1740-1743, Persekutuan Tionghoa-Jawa Melawan VOC, R.M. Daradjadi menyebut Raden Mas Garendi bersama Kapitan Sepanjang (Khe Panjang) dan Raden Mas Said (Pangeran Sambernyawa) mengobarkan perlawanan sengit terhadap VOC di wilayah kekuasaan Mataram. Perlawanan ini disebut sebagai pemberontakan terbesar yang dihadapi VOC selama berkuasa di Nusantara.

Para pemberontak Jawa-Tionghoa menobatkan Raden Mas Garendi sebagai raja Mataram bergelar "Sunan Amangkurat V Senopati Ing Alaga Abdurahman Sayidin Panatagama" pada 6 April 1742 di Kabupaten Pati Jawa Tengah. Ketika itu, cucu Amangkurat III yang dibuang VOC ini baru berumur 16 tahun - sumber lain menyebut 12 tahun. Dia pun dianggap sebagai 'Raja orang Jawa dan Tionghoa'.



4. Saritem

Selanjutnya nama lokalisasi populer di Bandung, yakni Saritem. Menelusuri jejak dan sejarah Saritem memang susah, namun konon nama sebuah gang itu diambil dari nama seorang perempuan bernama Sari. Memang banyak versi sejarah nama orang yang merujuk pada asal mula nama gang yang terkenal sebagai lokasi bisnis prostitusi tersebut.

Konon ada yang bilang kalau Saritem itu nama seorang tukang jamu berkulit hitam manis bernama Sari. Ada juga yang menyebutkan, nama Saritem diambil dari nama seorang penjaga warung remang-remang yang nongkrong di pinggir jalan.

Versi lainnya menyebutkan, Saritem adalah nama seorang primadona pekerja seks komersial (PSK) tempo dulu, bernama Nyi Sari. Perempuan itu berkulit hitam manis, sehingga untuk mengabadikan namanya, jalan dari arah Gardujati diberi nama Jalan Saritem.

Namun ada versi lain yang menolak bila nama Sari dikait-kaitkan dengan bisnis prostitusi. Sebab Sari yang pada akhirnya dijadikan nama jalan itu merupakan nama orang baik-baik, orang kaya sukses yang terkenal di daerah itu.



5. Hauber

Tempat prostitusi lainnya yang konon merujuk pada nama orang adalah Gang Hauber. Hauber merupakan nama orang Belanda yang riwayatnya tidak diketahui. Hauber menjadi nama Gang di Kota Batavia sejak zaman kolonial Belanda, hingga pada 1960-an ramai menjadi tempat prostitusi kelas menengah terkenal di Jakarta. 

Meskipun nama gang itu kemudian diganti menjadi Gang Sadar oleh Wali Kota Sudiro. Namun para PSK yang mangkal di sana tetap ramai dan tidak sadar-sadar juga. Gang itu baru sepi sebagai tempat prostitusi pada zaman Gubernur DKI Ali Sadikin.

Soal nama orang Belanda yang menjadi nama jalan di Jakarta, Alwi Sahab menulis dalam bukunya berjudul: Saudagar Baghdad dari Betawi. Dalam buku itu dia mengatakan banyak nama jalan-jalan tempo dulu di Jakarta yang diambil dari nama raja, ratu, pangeran atau pejabat tinggi serta tokoh masyarakat Belanda. Contohnya Gang Scott yang sekarang berubah nama jadi Jalan Budi Kemuliaan. 

Gang Scott disebut-sebut merujuk pada nama Robert Scott, seorang pejabat kompeni yang pernah menjadi kepala pelabuhan di Semarang dan setelah pensiun tinggal di Batavia. Kemudian kediamannya itu menjadi nama jalan. Kemudian di Tanah Abang ada nama Jalan Thomas. Dia adalah Indo-Belanda yang tidak diketahui pekerjaannya.

Sumber : merdeka.com

Kisah Wanita Penghibur di Batam Ogah Layani Lelaki India


Pulau Batam terkenal di mata wisatawan mancanegara karena dunia malam yang ditawarkannya. Banyak gadis-gadis muda yang menjajakan diri dengan aneka tarif di tempat-tempat hiburan malam.

Daerah Indramayu, Cirebon, dan Subang menempati posisi teratas pemasok perempuan penghibur di pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura tersebut. Mereka digemari karena kulit mereka yang kuning langsat. Namun para gadis ini tak asal memilih konsumen.

Tak asal melayani tamu, wanita penghibur ini pun ternyata menolak lelaki yang dinilai akan membahayakan kesehatan reproduksinya. Bahkan jika sudah dalam kamar, wanita ini bisa saja membatalkan kencan.

"Ini tadi nggak jadi booking kamar di sini. Soalnya yang cewek nggak suka sama cowoknya setelah masuk kamar," kata Ayi salah satu pegawai hotel B saat berbincang dengan merdeka.com di Batam, Minggu (23/11).

Ayi mengungkapkan lelaki asal dari India seringkali ditolak oleh wanita penghibur. Pemuda India di Batam terkenal tak memperhatikan kebersihan tubuh. 

"Cowok India memang suka ditolak. Biasanya akibat bau tubuh yang kurang sedap," terang dia sembari tersenyum lebar.

Tak hanya itu, Dedi tukang ojek yang mangkal di sekitar daerah hiburan Nagoya membenarkan fenomena tersebut. Tetapi dia membantak keengganan wanita penghibur melayani lelaki India akibat bau badan.

"Bukan bau badannya tapi orang India memang 'barangnya' besar," tutur dia blak-blakan.

Dia menduga ukuran yang besar akan menyakiti wanita penghibur tersebut. Lelaki India pun terkenal tahan lama dalam urusan ranjang. Para PSK rugi kalau cuma melayani satu tamu semalaman.

Sumber : merdeka.com

4 Cara Menemukan Kamera Tersembunyi di Penginapan Saat Traveling


Kamera tersembunyi di penginapan sempat menjadi pembahasan menarik untuk disimak, terutama jika kamu suka traveling. Banyak orang, entah yang melakukan traveling dengan keluarga ataupun sendirian tidak sengaja menemukan kamera tersembunyi di penginapan mereka, pernah mengalami hal yang sama?

Jika kamu masih merasa was-was sampai sekarang, berikut ini adalah beberapa cara menemukan kamera tersembunyi di penginapan saat traveling. Jadikan momen traveling-mu lebih aman dan nyaman.

1. Carilah benda yang tidak berada di tempatnya

Pertama, bertanyalah kepada diri sendiri. Jika kamu sendiri yang meletakkan kamera tersembunyi, kira-kira di mana kamu akan meletakkannya?

Cobalah mencari benda yang tidak berada di tempatnya. Contohnya adalah detektor asap di tempat yang aneh, atau jika ada dua benda yang sama dan diletakkan berdekatan.

2. Nyalakan senter

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah mematikan lampu di seluruh ruangan dan nyalakan senter dari ponsel untuk mengetahui letak kamera tersembunyi. Kamera tersembunyi memiliki lensa seperti kaca dan ketika disorot senter, ia akan memantulkan permukaannya.

Memeriksa jaringan wifi


3. Periksa jaringan wifi

Kamera cenderung dihubungkan pada jaringan wifi yang sama. Tidak ada salahnya memeriksa jaringan wifi ketika kamu menghubungkan koneksinya.

4. Menyingkirkan benda yang kamu curigai

Jika kamu mencurigai sebuah benda di dalam ruangan, namun tidak bisa mengonfirmasi, tutupi atau singkirkan benda tersebut. Contohnya, jika kamu curiga ada kamera tersembunyi di dalam jam alarm, ambil, dan simpan di dalam lemari atau tutupi dengan kaus.

Sumber : huffpost.com

Penting, 7 Langkah Menghemat Uang Sebelum Lebaran

http://157.230.81.198/

Lebaran sebentar lagi dan tidak dipungkiri bahwa banyak orang sedang memutar otak untuk bisa menghemat uang. Ya, Lebaran menjadi satu momen tersendiri bagi banyak orang untuk pulang kampung dan menghabiskan waktu dengan keluarga dan orang-orang terkasih.
Senin (13/5/2019), berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghemat uang sebelum Lebaran. Penasaran?

1. Perlakukan Tabungan Seperti Tagihan

Tentukan berapa banyak dan seberapa sering kamu harus menabung. Perlakukan tabunganmu seperti tagihan dengan transfer otomatis agar terisi secara rutin.

2. Negosiasi

Kamu bisa melakukan negosiasi tagihan, seperti kartu kredit, biaya keanggotaan gym, langganan internet, atau asuransi mobil. Jika negosiasi berhasil, kamu bisa mendapatkan lebih banyak uang yang bisa disimpan.

3. Gunakan Aplikasi Cash Back

Saat ini banyak aplikasi yang menawarkan cash back, kamu bisa mendapatkan uang dari apa yang sudah dibeli.

4. Ikuti aturan 1 Barang Terbeli, 1 Barang Terjual

Cara kerjanya adalah barang apapun yang kamu beli, harus ada 1 barang lainnya yang terjual. Cara ini dapat membantumu untuk lebih memikirkan pembelian dan menggunakan barang-barang yang benar-benar perlu, menghemat lebih banyak uang.

Membagi Dua Jumlah Tagihan

http://157.230.81.198/

5. Menggunakan Metode Setengah Pembayaran

Untuk tagihan apapun yang kamu miliki, kamu bisa membaginya menjadi dua. Setengah tagihan bisa kamu bayarkan di awal gajian, setengahnya lagi kamu bayarkan menjelang gajian bulan berikutnya.

6. Berhenti Nonton di Bioskop

Cobalah untuk menghentikan kebiasaan nonton di bioskop, kamu hanya menghabiskan banyak uang. Film-film yang diputar di bioskop pada akhirnya bisa kamu tonton secara online, kamu hanya perlu bersabar.

7. Beli Kebutuhan Secara Online

Ya, ini adalah ide yang baik. Membeli kebutuhan secara online tidak hanya mempermudah hidupmu, namun juga memberikanmu lebih banyak penawaran menarik, seperti promo dan diskon.

Sumber : huffpost.com

CERITA CINTA YANG BERASAL DARI KISAH NYATA YANG DIFILMKAN

http://157.230.81.198/

THE VOW

The vow merupakan salah satu film yang diangkat dari kisah nyata. Film tersebut menceritakan tentang perjuangan seorang suami untuk mempertahankan pernikahannya agar tetap utuh meskipun istrinya mengalami amnesia. Istrinya mengalami amnesia yang disebabkan oleh kecelakaan.

Kisah ini menceritakan tentang seorang pelatih base ball di New Mexico bernama Kim dan Krickitt seseorang yang bekerja di perusahaan. Kisah cinta mereka berawal dari Kim yang memesan jaket di perusahaan tempat Krickitt bekerja.

Berawal dari pertemuan tersebut menjadikan dua sejoli tersebut saling jatuh cinta. Mereka saling memberikan perhatian lewat telepon maupun surat. Setelah pacaran mereka pun memutuskan untuk mengakhiri masa lajang lalu menikah dan membangun bahtera rumah tangga.

Namun, sayang sekali pada saat umur pernikahan mereka mencapai 10 minggu, mereka mengalami kecelakaan yang membuat koma dan amnesia. Dengan kesabarannya, Kim – suami Krickitt – selalu menjaganya agar menjaga keutuhan rumah tangganya meskipun istrinya tidak mengingat tentang semua yang telah mereka jalani bersama.

Krickitt juga tidak mengingat kalau dia sudah menikah. Oleh karena itu, Kim melakukan rehabilitasi kepada istrinya. Akhirnya Krickitt berjanji dihadapan banyak orang akan tinggal bersama dalam semua kondisi baik itu senang, sedih, bahagia, sakit, sehat dan lain – lain. Dia pun mencoba menerima semua kondisi yang terjadi.

Bahkan setelah 3 tahun dari kecelakaan tersebut mereka akhirnya menikah kembali dengan tujuan agar istrinya mengingat kembali kenangan – kenangan indah bersamanya. Lalu sebelas tahun kemudian mereka berharap untuk memiliki anak.

Mereka sangat berharap bahwa ceritanya dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi orang lain. Pelajaran yang dapat kita simpulkan berdasarkan cerita tersebut adalah seorang suami yang rela berkorban dan menanti dengan sabar agar istrinya mengingatnya dan hidup bersama dalam kebahagiaan. Kim rela melakukan apa pun untuk kesembuhan istrinya.

Sumber : thegorbalsla.com

Cerita Para Wanita Penghibur Menghabiskan Malam Pergantian Tahun 2019

http://157.230.81.198/

Malam pergantian tahun 2019, merupakan salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu Ladies Night (LN) di sejumlah tempat hiburan di Bogor. Bahkan pendapatan wanita yang kerap kali menemani lelaki hidung belang tersebut, naik 200 persen dari malam biasanya.

Berdasarkan pengakuan Siska, malam tahun baru layaknya malam seribu bulan baginya beserta rekan satu profesinya. Puluhan tamu bisa dilayani Siska, mulai dari pukul 19.30 hingga pukul 04.00 WIB. Tak tanggung-tanggung, jutaan rupiah mampu dikantongi wanita yang sudah menggeluti dunia malam sejak 2015 tersebut.

”Biasanya kita kalau malam tahun baru, pulang kerja sekitar jam empat pagi atau jam lima pagi karena pengunjung yang datang naik hampir 80 persen dari hari biasanya,” beber Siska yang pernah berprofesi sebagai LN, di salah satu club ternama di Kabupaten Bogor.

Siska menjelaskan, mayoritas dari pengunjung lebih memilih menghabiskan waktunya dengan dugem santai, dari pada berkaraoke ria di dalam room (sebutan untuk kamar tempat bernyanyi). Tak hanya itu, perbedaan harga LN di tempat karaoke dengan club, juga disinyalir menjadi salah satu alasan tersendiri bagi pengunjung, untuk lebih memilih club ketimbang room karaoke.

Menurutnya juga, kala malam tahun baru tiba dia beserta rekannya mampu mendapatkan penghasilan ratusan kali lipat dari hari biasanya. Lantaran tingginya intensitas pengunjung yang datang, di momen malam pergantian tahun tesebut.

Bahkan sebagian pengunjung juga rela merogoh kocek lebih dalam, untuk sekedar mengajak LN keluar makan maupun menghirup udara bebas di luar club tempatnya bekerja. ’Kalau malam tahun baru biasanya penghasilan aku naik sampai 200 persen. Biasanya dalam satu malam paling sedikit melayani dua tamu, kalau malam tahun baru bisa sampai 25 tamu dalam satu malam,” ucapnya juga kepada Metropolitan (INDOPOS Group).

Disinggung soal penghasilan, wanita yang menyukai warna biru sebagai warna favoritanya tersebut mengaku, rata-rata penghasilannya di malam tahun baru bisa mencapai dua juta rupiah bahkan lebih. Hal tersebut tentu sangat jauh berbeda dari penghasilan Siska pada malam biasa, yang hanya mencapai Rp 160 ribu hingga Rp 240 ribu.

”Kalau di tempat club dugem perjamnya Rp 250 ribu, Rp 80 ribu buat kita. Kalau di tepat karaokenya perjam Rp 480 ribu buat kita cuma Rp 60 ribu, sisanya buat pemasukan ke klub. Kalau di hitung-hitung dari jam, penghasilan saya saat malam tahun baru bisa sampai dua juta rupiah, itu juga belum termasuk saweran,” ujarnya.

Senada juga dikatakan Anna, yang juga berprofesi sebagai LN di salah satu club di Kota Bogor. Dirinya membenarkan kenaikan pendapatan sebagai LN di malam pergantian tahun. Bahkan, wanita pecinta makanan pedas itu mengaku, bisa mendapatkan pundi-pundi rupiah hingga Rp 15 juta dalam kurun waktu satu bulan. Atau seharinya ntung bersih Rp 500 ribu. Itu belum ditambah uang tips dari pelanggan.

”Kalau ditotal bisa mencapai sekitar Rp 15 juta. Kadang kalau tamunya baik sekali sawer bisa di angka satu juta, saya juga pernah di sawer dua juta. Itu baru dari satu tamu, belum dari tamu lainnya. Apalagi malam tahun baru tamu yang datang banyak,” bebernya.

Tak hanya club dan karaoke saja, Anna juga mengaku lebih suka diajak jalan keluar dengan tamunya, ketimbang harus menghabiskan malam di club dugem maupun room karaoke.

”Tapi lebih enak lagi kalau kita diajakin keluar sama tamunya. Kayak makan dan jalan-jalan, jadi tamunya tembak jam gitu. Biasanya kalau kaya gitu kita dikasih bayarannya dobel, dibayar jam iya, diajak jalan dan makan iya, dikasih tips dan saweran tambahan juga iya. Pokoknya lebih besar deh,” tutupnya.

Sumber : indopos.co.id